Skip to main content

Memperjuangkan dan Diperjuangkan, Its feels like...

Kamu semua tahu, dan mungkin sering membaca, tentang perasaan orang yang ditinggalkan. Orang-orang yang berjuang namun tetap ditinggalkan. Kali ini, aku akan menulis tentang sisi lain dari diperjuangkan. Dulu, aku pernah menjadi orang yang berjuang namun tetap ditinggalkan. Saat itu aku merasa sangat tidak adil; bagaimana bisa ia dengan gampangnya pergi? Kenapa dia berhenti mencoba dan memutuskan untuk mencari yang baru? Apakah keadaan kita sudah seburuk itu?
Jawabannya baru kuketahui sekarang: iya.
Kadang, aku masih suka memikirkan tentang rasa sakit hati ditinggalkan dulu, dengan perasaan yang lebih netral. Aku pun akhirnya melihat-memang kita sudah tidak bisa dipaksakan. Dia hanya melihatnya lebih dulu, dan menghindari konflik yang tidak berkesudahan. Orang yang masih tidak bisa melihat titik disfungsi dari sebuah hubungan, mereka biasanya yang masih memperjuangkan. Seperti aku, dulu.
Kadang, menjadi orang yang terus diperjuangkan itu tidak enak. Menjadi orang yang berjuang justru lebih enak. Ia memiliki tujuan dan keinginan yang jelas: melanjutkan hubungan. Orang yang diperjuangkan itu juga terkadang tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Yang dia tahu hanya keadaan seperti ini sudah tidak bisa lagi dipertahankan.
Kadang mereka yang berjuang bilang enak ya kalian tinggal pergi gitu aja, namun mereka yang diperjuangkan juga ingin berteriak enak ya kalian, menyiksa batin kami sampai titik dimana kami tidak tahu lagi apa yang sedang kami lakukan, sampai kami akhirnya memutuskan untuk pergi, namun kalian terus memblokir jalan kami dengan ucapan maaf dan tangisan penyesalan. Kalian pikir memutuskan untuk pergi itu gampang? Memutuskan untuk berhenti berjuang itu mudah? Ini bukan masalah rasa sayang, bukan. Entah kalian tahu atau tidak, tapi ada loh rasa sakit yang bahkan rasa sayang pun tidak lagi cukup mengakomodir.
Kalian pikir memaafkan kalian lalu memulai lagi semuanya itu mudah? Asal tahu saja, orang yang diperjuangkan sesungguhnya merasa tolol setelah menarik lagi keputusan untuk mengakhiri semuanya. Sungguh rasanya tolol, karena mereka, yang diperjuangkan, sudah tahu kalau keadaan tidak akan pernah bisa berubah. Setidaknya, tidak semudah itu. They learn the hard way.
Perasaan orang yang diperjuangkan pun tidak akan pernah utuh, karena orang yang berjuang sebagian besar tidak benar-benar berjuang. Mereka hanya minta maaf, menyesal, namun akan ada saatnya mereka mengulangi kesalahan yang sama. Semua ini terasa seperti bermain lego dengan satu bagian yang hilang, atau tidak saling berhubungan. Mau bagaimanapun, tidak akan bisa lengkap. Namun saat kita memutuskan untuk berhenti bermain, mereka yang berjuang akan merusak semua bangunannya dan memaksa untuk membangun lagi dari awal. Padahal mereka juga tahu ada sesuatu yang hilang. Mereka hanya tidak mau, atau belum, menyadarinya.

Comments

My Popular Post !

JOMBLO : Pemilih atau kurang pergaulan ?

Haii guys. Come back to me, si imut ini lagi galau tau gak....πŸ˜… Taukan mayoritas orang galauitu gara-gara apa ? Ya exactly, because of percintaan . Binguung kok gue jomblo mulu yaa? Apa gue sejeleque itu ya? Entaahlah Kata orang penyebab orang jomblo itu cuma dua , ya seperti judul di atas.. Hm. Kira kira aku masuk yang mana ya ? Entahlah. Aku sih berteman sama sapa aja.. Pemilih? Yaiyalah kita milih ketika kita mo punya pacar gak mungkin kan orang gila dipertigaan mau gue jadiin pacar hehe ( becanda ya Allah) Gini yah yang soal milih pasti lah kita milih gak mungkin kan kita punya pacar hanya karna gak mau bergelar jomblo lagi? But here's the rule, Intinya gitu deh. Hehe Judulnya apaa yang dibahas apa. Maaf yaa mohon dimaklumin pemula ini😁 And i thing its okey to be jomblo.. Ayo mblo, mengheningkan cipta...

LANTUNKAN SAJA.

Ketika hati dilanda rasa Ketika rasa tak mampu mengungkap kata mampukah kita menghampiri rasa yang membisu? atau bahkan menenggelamkannya tanpa aba-aba Langit abu abu, rintik dan kabut, semua disembunyikan senda sementara di dalam sana menggema kutukan diri Wahai hati yang dilanda rasa, hempaskan saja tameng itu mengurung rasa membuat luka. lantunkan saja, nada indah dan buruk itu, agar putih langitmu tanpa hujan yang membendung.

Talking about CITA-CITA

Udah lama banget mikirin cita-cita, tapi masih bingung cita cita aku sendiri apa ya ?  dulu waktu masih kecil pengen jadi dokter ..... waktu masih Tk.  waktu  SMP pengen jadi Polwan .. karena sering lihat polwan-polwan cantik , Keren aja gitu .  waktu SMA gak pengen apa-apa, cuma pengen cepet ngelewatin masa masa UN yang bikin dag dig dug seeer..  waktu Kuliah, pengen cepet kerja. biar bisa ngumpulin uang sendiri, dan bisa beli barang apapun yang di suka.  tapi kehidupan seseorang tidak ada yang tau masa depannya, cemilang saat ini belum tentu gemilang nantinya.  sayup sekarang belum tentu suram nantinya.  hidup itu misteri, tapi kita sebagai manusia yang memegang kuncinya. ada saat dimana aku atau kamu yang lagi baca blog aku ini sedang diliputi was-was yang gak ada ujungnya.  mau cerita ke seseorang, tapi takut denger responnya. gak di ceritain gusar sendiri.  tenang-tenang, relax !  setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekur...