Kenangan memainkan perannya sendiri, Ia menggambar dirinya sendiri pada dinding perasaan yang tak bisa benar-benar kita tebak dimana letaknya. Satu saat kita merasa telah mampu menghapus gambar kenangan yang terlukis didalam hati. Tapi pada masa berikutnya, kesendirian menariknya kembali dengan cara-cara yang tak pernah kita sangka. Meski hanya sekilas. Kita tak pernah tau kapan kenangan akan benar-benar lenyap, atau memang sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya tuntas dari apa yang berupaya kita tinggalkan. Barangkali serpihannya tetap tersimpan pada tempat-tempat tersembunyi yang tak bisa sembarangan dicari. Lalu pada waktu tertentu Tuhan menghadirkannya kembali untuk menunjukkan pembelajaran. Kita selalu punya pilihan. Terus menurutinya atau menghentikannya-membiarkan kenangan itu berlalu, membiarlan kenangan itu kembali pada persembunyiannya. Kenangan memang kadang begitu polos, ia datang dan pergi tanpa perlu tahu apa yang dibangkitkannya. Ia membiarkan kita memili...