Skip to main content

Tidak Tuntas




Kenangan memainkan perannya sendiri, Ia menggambar dirinya sendiri pada dinding perasaan yang tak bisa benar-benar kita tebak dimana letaknya.


Satu saat kita merasa telah mampu menghapus gambar kenangan yang terlukis didalam hati. Tapi pada masa berikutnya, kesendirian menariknya kembali dengan cara-cara yang tak pernah kita sangka. Meski hanya sekilas.


Kita tak pernah tau kapan kenangan akan benar-benar lenyap, atau memang sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya tuntas dari apa yang berupaya kita tinggalkan. Barangkali serpihannya tetap tersimpan pada tempat-tempat tersembunyi yang tak bisa sembarangan dicari. Lalu pada waktu tertentu Tuhan menghadirkannya kembali untuk menunjukkan pembelajaran.

Kita selalu punya pilihan. Terus menurutinya atau menghentikannya-membiarkan kenangan itu berlalu, membiarlan kenangan itu kembali pada persembunyiannya.

Kenangan memang kadang begitu polos, ia datang dan pergi tanpa perlu tahu apa yang dibangkitkannya. Ia membiarkan kita memilih sendiri. Menjadikannya beban atau menjadikannya batu loncatan.










22.00pm, diakhir tahun yang datar.

Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.