" hey yun, gue Mau nanya sesuatu. " 40 menit sudah pesan itu terkirim. Belum ada tulisan kecil yang muncul di bawahnya, pertanda pesan itu belum dibaca. Dan di sinilah gue, sedang mengerjakan tumpukan tugas kantor gue, sambil sesekali melirik ke layar handphone yang masih diam tanpa jawaban. Gue berusa keras mengumpulkan konsentrasi untuk mengerjakan proposal ini yang sudah selesai setengah jalan. Tapi kayaknya hal itu sulit gue lakukan. Kursor dilayar cuma hanya berkedip tak bergerak. Pikiran gue masih saja tertuju pada sebuah pesan yang gue kirimkan. Dengan perlahan, gue meraih handphone yang terletak di atas meja, layar hitamnya masih gelap tanpa ada pesan baru. Mugkin saat-saat seperti itulah saat-saat yang paling menyebalkan bagi seorang pria, rasa penasaran dan gelisah dan gugup jadi satu. Ya, tanpa disadari otak memulai untuk menyusun skenario-skenarionya sendiri. Jika jawabannya 'ya', maka apa yang gue harus lakukan? kemana gue harus mengajaknya? apa...