Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.

Mungkin

Mungkin itu kamu ? Mungkin itu aku ? Mungkinkah itu menjadi Kita? Tidakkah kau bisa melihatnya ? Ingat pepatah ini ? " The Greatest regrets in our lives are the risk we didn't take " Yaa.. Aku melakukannya.. Kata orang, Jika itu membuatmu bahagia, maka berjuanglah untuknya. Perjuangkanlah. Perjuangkan sesuatu yang pantas untuk kau perjuangkan. Even itu menghabiskan lebih dari senandung dan tinta. Jangan berbalik ketika itu benar-benar telah di depanmu. Jangan membuang semua Rasa itu darimu. Karena, suatu hari kau pasti kan bertanya,  "Mengapa aku membiarkan semua itu terbang menjauh, ketika mungkin aku selanjutnya" ? Ya. Mungkin itu cinta ? Mungkin itu akan  terlalu indah ? Mungkin itu akan lama ? Tapi layakkah itu aku tunggu ? Ya. Sekali lagi. Perjuangkanlah. Bukankah.. " The Greatest regrets in our lives are the risk we didn't take " Tapi , Bukankah semua itu menyedihkan, Jika semua pertanyaan diawali kata mungkin ?? *dit...

#1 Cleared

" hey yun, gue Mau nanya sesuatu. " 40 menit sudah pesan itu terkirim. Belum ada tulisan kecil yang muncul di bawahnya, pertanda pesan itu belum dibaca. Dan di sinilah gue, sedang mengerjakan  tumpukan tugas kantor gue, sambil sesekali melirik ke layar handphone yang masih diam tanpa jawaban. Gue berusa keras mengumpulkan konsentrasi untuk mengerjakan proposal ini yang sudah selesai setengah jalan. Tapi kayaknya  hal itu sulit gue lakukan. Kursor dilayar cuma hanya berkedip tak bergerak. Pikiran gue masih saja tertuju pada sebuah pesan yang gue kirimkan. Dengan perlahan, gue meraih handphone yang terletak di atas meja, layar hitamnya masih gelap tanpa ada pesan baru. Mugkin saat-saat seperti itulah saat-saat yang paling menyebalkan bagi seorang pria, rasa penasaran dan gelisah dan gugup jadi satu. Ya, tanpa disadari otak memulai untuk menyusun skenario-skenarionya sendiri. Jika jawabannya 'ya', maka apa yang gue harus lakukan? kemana gue harus mengajaknya? apa...