Skip to main content

Dulu, ada.


Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari
Butiran air dari langit mulai berjatuhan
Deras, makin deras...
Dingin perlahan menerobos tulang

Khayalan mulai menerawang jauh
Dulu,
Ada sebuah hati yang kuat
Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam
Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi
Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian
Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia.
Ya, kembali teringat dulu, ada.

Comments