Skip to main content

Posts

My Featured Post !

Arah

 Tentang arah lagi lagi, hilang arah. atau dari awal sudah salah arah, bahkan mungkin tak punya arah, miris. bisa juga mungkin energi yang dipunya sudah habis tak tersisa sedikitpun, karena awalnya, begitu membara untuk terlihat menjadi kaum yang tergesa daripada terlena, hingga pada akhirnya tak sanggup sirami ekspektasi seluas gurun. terlalu hobi adu pikiran sama diri sendiri. setelah sakit yang di rasa, bukankah terlalu mudah menenggelamkan " mimpi-mimpi" yang membawamu terbang sampai kesini. ayo bangkitlah, pilu ini jadikan bahan untukmu terbang lebih tinggi lagi, lebihkan usahamu, turunkan ekpektasimu. dengan tanganmu, bantu cari lagi arahmu itu yang tersesat. ingat, ada senyum-senyum bahagia yang kau ingin rekahkan. luruskan niatmu, sadar tidak, jika mereka yang telah menghambat langkahmu, memecah menjadi kerikil-kerikil ketidakpuasan yang selalu kamu rasakan, amarah yang tidak tau berlabuh kemana,  syukur yang lemah, semangat yang rapuh. dengan tanganmu, mari kubantu b...
Recent posts

Dua Puluh Empat | Yuyun Indiza Putri

Time flies. Fast. 11 Januari datang lagi. I am 24 now! Hidup emang nggak main-main berlalunya, selangkah lagi gue akan seperempat abad. Yun, yakin masih muda ? Hihi. Well, untuk segalanya yang telah gue lalui sampai hari ini satu kata sih ALHAMDULILLAH YA ALLAH masih memberikan hamba iman, kesehatan, rezeki dan kebahagiaan. Diumur yang sekarang, banyak banget sih yang berubah terutama sisi personality, salah satunya gue yang sekarang lebih bisa meminimalisir rasa kecewa dan ingin mengeluh dengan apa yang terjadi di hidup gue, kayak lebih menerima takdir gitu. Hihi, karena sekarang i realize something, there are things we can’t control, accept that fact.  Lebih bisa menerima fakta kalau hidup itu nggak berjalan beriringan buat semua orang. Example, Orang-orang menikah di umur yang tepat, mungkin kita nggak (uhuk). Dua Puluh Empat. Gue menebak-nebak apa yang sudah gue lakukan dalam hidup. Mencoba mengecek kembali wish list yang pernah gue buat dalam kepala, dan memeriks...

Ini bukan patah hati.

Aku tidak pernah melepaskan dengan sekuat ini, Mungkin karena aku tahu hal ini sangat berhak untuk dilepaskan, Terlebih tak mau mengundang murkaNya. Kehilangan ini mendekatkanku padaNya, Kehilangan ini untuk membuka mataku, bahwa cinta yang sebenarnya hanya ada satu, yaitu cinta dariNya, Dan dibalik kehilangan ini Allah memberi hidayahnya, Mengingatkanku, jika mencinta, bukan DIA yang harus dikejar tapi PENCIPTANYA lah yang harus dikejar. Ikhlas mencintai berarti menyerahkan semua ketentuan kepadaNya. Ada kalanya keyakinan tidak sesuai dengan kenyataan, atau memang waktu yang menunggu untuk membuktikan, Kita hanya perlu belajar dan bersabar. Ini bukan jalannya, Ini bukan saatnya, Masih banyak impian yang harus kita kejar. Di depan, ada pertemuan yang baik menantimu. Saling istiqomah, Saling memperbaiki. Tak perlu ada ikatan apapun antara kita, Tak perlu saling menunggu, Hanya perlu belajar untuk saling melepaskan dan menerima ketentuanNya Jalan kita belum sempurna, ...

LANTUNKAN SAJA.

Ketika hati dilanda rasa Ketika rasa tak mampu mengungkap kata mampukah kita menghampiri rasa yang membisu? atau bahkan menenggelamkannya tanpa aba-aba Langit abu abu, rintik dan kabut, semua disembunyikan senda sementara di dalam sana menggema kutukan diri Wahai hati yang dilanda rasa, hempaskan saja tameng itu mengurung rasa membuat luka. lantunkan saja, nada indah dan buruk itu, agar putih langitmu tanpa hujan yang membendung.

Tidak Tuntas

Kenangan memainkan perannya sendiri, Ia menggambar dirinya sendiri pada dinding perasaan yang tak bisa benar-benar kita tebak dimana letaknya. Satu saat kita merasa telah mampu menghapus gambar kenangan yang terlukis didalam hati. Tapi pada masa berikutnya, kesendirian menariknya kembali dengan cara-cara yang tak pernah kita sangka. Meski hanya sekilas. Kita tak pernah tau kapan kenangan akan benar-benar lenyap, atau memang sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya tuntas dari apa yang berupaya kita tinggalkan. Barangkali serpihannya tetap tersimpan pada tempat-tempat tersembunyi yang tak bisa sembarangan dicari. Lalu pada waktu tertentu Tuhan menghadirkannya kembali untuk menunjukkan pembelajaran. Kita selalu punya pilihan. Terus menurutinya atau menghentikannya-membiarkan kenangan itu berlalu, membiarlan kenangan itu kembali pada persembunyiannya. Kenangan memang kadang begitu polos, ia datang dan pergi tanpa perlu tahu apa yang dibangkitkannya. Ia membiarkan kita memili...