Skip to main content

Ini bukan patah hati.

Aku tidak pernah melepaskan dengan sekuat ini,
Mungkin karena aku tahu hal ini sangat berhak untuk dilepaskan,
Terlebih tak mau mengundang murkaNya.

Kehilangan ini mendekatkanku padaNya,
Kehilangan ini untuk membuka mataku, bahwa cinta yang sebenarnya hanya ada satu, yaitu cinta dariNya,
Dan dibalik kehilangan ini Allah memberi hidayahnya,
Mengingatkanku,
jika mencinta, bukan DIA yang harus dikejar tapi PENCIPTANYA lah yang harus dikejar.

Ikhlas mencintai berarti menyerahkan semua ketentuan kepadaNya.

Ada kalanya keyakinan tidak sesuai dengan kenyataan, atau memang waktu yang menunggu untuk membuktikan,
Kita hanya perlu belajar dan bersabar.

Ini bukan jalannya,
Ini bukan saatnya,
Masih banyak impian yang harus kita kejar.
Di depan, ada pertemuan yang baik menantimu.

Saling istiqomah,
Saling memperbaiki.

Tak perlu ada ikatan apapun antara kita,
Tak perlu saling menunggu,
Hanya perlu belajar untuk saling melepaskan dan menerima ketentuanNya

Jalan kita belum sempurna,
Biarlah masa depan yang menyempurnakannya,
Bila memang takdirnya,
Kita tak kan hanya jadi sepasang kekasih,
Namun sepasang tangan yang terikat janjji hingga ke-Syurganya,
Biarkanlah Allah mempertemukan kita dengan caraNya.

Bukan, bukan tak memperjuangkannya
I was, but in different way,
Memperjuangkannya dengan cara menjauh,
Memperjuangkannya dengan doa.

Karenanya,
untuk sekarang ini mari kita saling memantaskan diri saja dulu dengan perbaikan yang nyata, hingga akhirnya lupa, bahwa saat ini sedang menunggunya.
Bermain dalam doa tiada henti dalam sepi , karena doa adalah jembatan terbaik agar keinginanmu bisa mendapat restu dari Allah.





Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.