Skip to main content

Dua Puluh Empat | Yuyun Indiza Putri

Time flies. Fast. 11 Januari datang lagi.
I am 24 now!
Hidup emang nggak main-main berlalunya, selangkah lagi gue akan seperempat abad.

Yun, yakin masih muda ? Hihi.

Well, untuk segalanya yang telah gue lalui sampai hari ini satu kata sih ALHAMDULILLAH YA ALLAH masih memberikan hamba iman, kesehatan, rezeki dan kebahagiaan.

Diumur yang sekarang, banyak banget sih yang berubah terutama sisi personality, salah satunya gue yang sekarang lebih bisa meminimalisir rasa kecewa dan ingin mengeluh dengan apa yang terjadi di hidup gue, kayak lebih menerima takdir gitu. Hihi, karena sekarang i realize something, there are things we can’t control, accept that fact.  Lebih bisa menerima fakta kalau hidup itu nggak berjalan beriringan buat semua orang. Example, Orang-orang menikah di umur yang tepat, mungkin kita nggak (uhuk).


Dua Puluh Empat.


Gue menebak-nebak apa yang sudah gue lakukan dalam hidup. Mencoba mengecek kembali wish list yang pernah gue buat dalam kepala, dan memeriksa berapa banyak yang berhasil gue coret keluar dari sana.

Belum terlalu banyak ternyata. Masih banyak sekali hal-hal yang belum dilakukan, mimpi-mimpi yang belum dicapai sampai saat ini.


Mungkin salah satu pilihan besar ditahun ini ya keluar dari zona nyaman, memberanikan diri meninggalkan Kendari ( yang katanya wk ), untuk Berproses dan ber-progress, tantangan terberat tahun ini ya jauh dari keluarga sih. But its okay. Lets do this!

I know, i know..
Being twenty-four is not easy. All the pressures, deadlines, dreams, wishe and responsibilities are crushing.

Di umur ini kita akan dianggap sudah benar-benar dewasa. Sudah bertanggung jawab kepada diri sendiri, dan mungkin terhadap orang lain.

Di umur ini harusnya kita sudah benar-benar mengerti apa artinya konsekuensi.

Di umur ini juga kita akan kehilangan banyak orang. Some people will go. Beberapa akan memutuskan untuk pindah, karena beberapa orang memang ditakdirkan untuk sekadar singgah.

But it's okay, some people decided to stay. And for those who stay, keep them close.

Gue masih percaya akan banyaknya pengalaman hidup yang akan gue terima di masa depan. Di angka dua puluh empat.

Semoga gue selalu bisa menjadi manusia yang bermanfaat dan menjadi jalan kebaikan untuk orang-orang di sekeliling gue..
Aamiin Ya robbal Alamin.

Selamat datang dua puluh empat.



Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.