Skip to main content

Arah

 Tentang arah



lagi lagi, hilang arah.

atau dari awal sudah salah arah, bahkan mungkin tak punya arah, miris.

bisa juga mungkin energi yang dipunya sudah habis tak tersisa sedikitpun,

karena awalnya, begitu membara untuk terlihat menjadi kaum yang tergesa daripada terlena,

hingga pada akhirnya tak sanggup sirami ekspektasi seluas gurun.

terlalu hobi adu pikiran sama diri sendiri.

setelah sakit yang di rasa, bukankah terlalu mudah

menenggelamkan " mimpi-mimpi" yang membawamu terbang sampai kesini.

ayo bangkitlah, pilu ini jadikan bahan untukmu terbang lebih tinggi lagi, lebihkan usahamu, turunkan ekpektasimu.

dengan tanganmu, bantu cari lagi arahmu itu yang tersesat.

ingat, ada senyum-senyum bahagia yang kau ingin rekahkan.

luruskan niatmu, sadar tidak, jika mereka yang telah menghambat langkahmu, memecah menjadi kerikil-kerikil ketidakpuasan yang selalu kamu rasakan, amarah yang tidak tau berlabuh kemana, 

syukur yang lemah, semangat yang rapuh.

dengan tanganmu, mari kubantu bakar saja.

terlalu sering lupa, kalau cuma singgah sebentar,

tak pernah habis mengejar, padahal yang dikejar fatamorgana.


Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.