Tentang arah
lagi lagi, hilang arah.
atau dari awal sudah salah arah, bahkan mungkin tak punya arah, miris.
bisa juga mungkin energi yang dipunya sudah habis tak tersisa sedikitpun,
karena awalnya, begitu membara untuk terlihat menjadi kaum yang tergesa daripada terlena,
hingga pada akhirnya tak sanggup sirami ekspektasi seluas gurun.
terlalu hobi adu pikiran sama diri sendiri.
setelah sakit yang di rasa, bukankah terlalu mudah
menenggelamkan " mimpi-mimpi" yang membawamu terbang sampai kesini.
ayo bangkitlah, pilu ini jadikan bahan untukmu terbang lebih tinggi lagi, lebihkan usahamu, turunkan ekpektasimu.
dengan tanganmu, bantu cari lagi arahmu itu yang tersesat.
ingat, ada senyum-senyum bahagia yang kau ingin rekahkan.
luruskan niatmu, sadar tidak, jika mereka yang telah menghambat langkahmu, memecah menjadi kerikil-kerikil ketidakpuasan yang selalu kamu rasakan, amarah yang tidak tau berlabuh kemana,
syukur yang lemah, semangat yang rapuh.
dengan tanganmu, mari kubantu bakar saja.
terlalu sering lupa, kalau cuma singgah sebentar,
tak pernah habis mengejar, padahal yang dikejar fatamorgana.
Comments
Post a Comment