Aku langsung masuk ke kamar dengan hati yang berkeping, ku buka lebar-lebar jendelaku perlahan hembusan angin malam memainkan rambutku lembut, aku berusaha mendinginkan pikiran dan otakku atas apa uang baru saja aku lihat. Sepertinya malam sudah sangat larut, hanya suara jangkrik ( dan tentunya remukan hatiku ) yang ku dengar sekarang,
".. im givin up on you .."
**
" Sar.. Dengerin penjelasan gue dulu dong, kemarin gue cuma nganterin Nala doang kok.."jelas malvin sambil mengejarku
Aku mendengus kesal Aku baru saja tiba di kampus dan harus berurusan dengannya lagi
" ohya Sambil pegangan tangan dan peluk-pelukan gitu, romantis banget.."...ucapku santai sambil mempercepat langkahku menuju kelas
" Sar...please .."mohon malvin
" Udahya Malvin, gue udah bosan jadi jangan ganggu gue lagi ok.please gue mohon" Ucapku dengan volume yang agak kencang kepadanya sambil berlari meninggalkannya ya aku yakin hal itu membuat semua mata tertuju kepada kami tapi gue gak perduli , gue bener-bener muak sama malvin atas perbuatannya semalam dan fakta yang paling buruk dia bersama sahabatku Nala.
Sahabat yang aku gembar - gemborkan adalah sahabat terbaikku kepada semua orang meskipun aku selalu mendengar isu isu yang beredar tentang mereka,ternyata its wrong, totally wrong..
Mungkin ini adalah saat terburuk dalam hidup ketika kita dikhianati oleh orang yang kita percaya, dan bukan cuma satu tapi dua.
Dan itu dilakukannya itu berkali-kali, aku udah gak tahu lagi apakah itu terlalu sabar atau bahkan BODOH.
Aku sudah berjanji semalam pada diriku aku akan melupakan mereka. Ya itu cara terbaik.
*
Selesai kelas aku terlalu malas untuk langsung pulang kerumah dengan mood-ku yang seperti ini.
Aku melangkahkan kakikku entah kemana, aku ingin ke tempat yang sepi dimana aku ingin mendapat ketenangan pikiran.
Tanpa pikir panjang aku langsung melesatkan mobil putihku ini entah kemana yang penting jauh, jauh dari mereka.
Aku melajukan mobilku santai menuju tepi kota.
Sekitar 40 menit aku menyusuri jalan aku melihat ada danau ,aku rasa danaunya sepi dan tak ada orang , aku berhenti dan memarkirkan mobilku. Aku berencana disini dulu pikirku.
Setiba disana Aku menarik nafas panjang, sungai ini masih asli meskipun tidak jauh dari pusat kota, mungkin baru sedikit orang yang mengetahuinya pikirku
Mungkin sekarang saatnya
"Fiuuuuuuuuuh.......... !!!!!! "Aku kembali menarik nafas panjang.
" I hate youuuuu
I hate youu so muchh vin nal..."
Teriakku sekencang-kencangnya..
Be contin.
Wait the next part, im sorry for not jelas story inii. Makasih udah bacaa.
Tulis aja kritik dan sarannya dikolom komen its means a lot to meee
Aku membuang badanku ke kasur berharap jika aku bangun nanti, aku sudah melupakan segalanya, iya segalanya.Capai bercampur kantuk sudah tidak dapat ku tahan, yang aku ingat sebelum aku tertidur mulut ini berucap
".. im givin up on you .."
**
" Sar.. Dengerin penjelasan gue dulu dong, kemarin gue cuma nganterin Nala doang kok.."jelas malvin sambil mengejarku
Aku mendengus kesal Aku baru saja tiba di kampus dan harus berurusan dengannya lagi
" ohya Sambil pegangan tangan dan peluk-pelukan gitu, romantis banget.."...ucapku santai sambil mempercepat langkahku menuju kelas
" Sar...please .."mohon malvin
" Udahya Malvin, gue udah bosan jadi jangan ganggu gue lagi ok.please gue mohon" Ucapku dengan volume yang agak kencang kepadanya sambil berlari meninggalkannya ya aku yakin hal itu membuat semua mata tertuju kepada kami tapi gue gak perduli , gue bener-bener muak sama malvin atas perbuatannya semalam dan fakta yang paling buruk dia bersama sahabatku Nala.
Sahabat yang aku gembar - gemborkan adalah sahabat terbaikku kepada semua orang meskipun aku selalu mendengar isu isu yang beredar tentang mereka,ternyata its wrong, totally wrong..
Mungkin ini adalah saat terburuk dalam hidup ketika kita dikhianati oleh orang yang kita percaya, dan bukan cuma satu tapi dua.
Dan itu dilakukannya itu berkali-kali, aku udah gak tahu lagi apakah itu terlalu sabar atau bahkan BODOH.
Aku sudah berjanji semalam pada diriku aku akan melupakan mereka. Ya itu cara terbaik.
*
Selesai kelas aku terlalu malas untuk langsung pulang kerumah dengan mood-ku yang seperti ini.
Aku melangkahkan kakikku entah kemana, aku ingin ke tempat yang sepi dimana aku ingin mendapat ketenangan pikiran.
Tanpa pikir panjang aku langsung melesatkan mobil putihku ini entah kemana yang penting jauh, jauh dari mereka.
Aku melajukan mobilku santai menuju tepi kota.
Sekitar 40 menit aku menyusuri jalan aku melihat ada danau ,aku rasa danaunya sepi dan tak ada orang , aku berhenti dan memarkirkan mobilku. Aku berencana disini dulu pikirku.
Setiba disana Aku menarik nafas panjang, sungai ini masih asli meskipun tidak jauh dari pusat kota, mungkin baru sedikit orang yang mengetahuinya pikirku
Mungkin sekarang saatnya
"Fiuuuuuuuuuh.......... !!!!!! "Aku kembali menarik nafas panjang.
" I hate youuuuu
I hate youu so muchh vin nal..."
Teriakku sekencang-kencangnya..
Be contin.
Wait the next part, im sorry for not jelas story inii. Makasih udah bacaa.
Tulis aja kritik dan sarannya dikolom komen its means a lot to meee
Comments
Post a Comment