Skip to main content

Its You

Hari ini cerah ,
Matahahari datang tepat waktu
Meski begitu,
Sinarnya bersahabat tidak seperti hari yang lain


Aku masih seperti ini,masih sama.
Masih ingin selalu melewati hari hari di antariksa bersama dia.
Iya dia, Sahabatku.
Sahabat yang membuat intuisiku selalu mengarah kepadanya
Sahabat yang gue sayang
Sayang yang  lebih dari yang dia tahu




Dilorong koridor sunyi ini aku duduk bersandar tepat dihadapannya.
Ya dia lagi.
Dia yang baru saja aku sebutkan..


---

"Van, van, Kevaan ..
 Serius banget sih main kameranya, gak bosen       apa foto-foto mulu tiap hari " gerutuku


" Ya enggak lah. Emang kenapa ? " jawabnya

"Pantesan lo jomblo, gebetannya kamera mulu sih.." ucapku sembari memainkan tali sepatuku

" Hehe Apaan sih Mey, belum ada yang pas..
Lo juga..
Gak bosen apa nari mulu tiap hari,
Dan lo belum punya pacar juga kan ?" Tanyanya sambil memainkan kameranya


"Ada. " jawabku


" Siapa ? Paling gue yang tiap hari ketemu lo,
Tapi gue tahu sih lo lagi suka sama orang, soalnya gue gak pernah liat muka lo sesumringah ini " Ucapnya sambil tetap memperhatikan layar kameranya

" Hehe Apaan sih van.."

"Tapi dia cuek, dan kayaknya dia gak tau deh kalu gue suka sama dia van, kan gak mungkin kalo gue yang ngomong duluan.." lanjutku.

"Mey....
Coba deh lo bayangin diri kita ini kayak warna,

Mungkin..
Kita bukan warna favorit seseorang,
Tapi percaya deh, Suatu hari nanti pasti ada yang butuhin warna kita tuk melengkapi lukisannya.."


Aku menyandarkan kedua leganku dilutut.
Hening.
Tapi didalam terdengar lirih
 "Its you van.."




Np:ditemani Intuisinya Yura Yunita
--------------------------------




Siiaaappppp.




Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.