Skip to main content

Pada akhirnya, Rasa ini berhenti disini..

Aku ingat , saat aku mulai mengaguminya, saat aku memberikan perasaan ini untuknya.






It's been a loooong time.








Hm..Masih polos, aku mencurahkan pikiran dan waktuku hanya untuk memikirkannya seorang.




Selalu memperhatikannya apa yang dilakukannya, Mendengarkannya apapun yang dikatakannya, Menanggapi segala kemauannya dengan sigap.




Meskipun..




Aku tahu aku tak akan pernah berarti dimatanya saat itu.






Entahlah, yang aku tahu, aku  bahagia ketika mendengar lantunan suaranya.

Sesederhana itu.








Aku juga ingat, saat aku tak tidur semalaman karena senyum yang ia lontarkan ke wanita lain begitu indah.




Aku ingat sekali betapa khawatirnya aku ketika melihat lembaran surat sakitnya ditangan ibu guru.

Menunggunya didepan rumah untuk sekadar jalan bersama kesekolah.








Dan yang paling kuingat adalah, saat aku menunggumu yang tak kunjung datang.


Kususuri jalanan itu seorang diri, ditemani hembusan angin yang menghampiriku,
Yang seketika mengagetkanku dari lamunan panjangkuu.













" Aku lelah...."
Disertai airmata yang mengalir perlahan.










Aku lelah untuk mendapatkan perhatian yang hingga kini tak pernah ia berikan.




Aku lelah untuk menunggu hatinya menyambut diriku.


Aku lelah. Sungguh.






Salahkah aku menginginkan tanpa memintanya..?




Ya, aku salah.




Aku izinkan ia masuk kehatiku, lalu lalang kesana-kemari hingga aku tersesat dalam khayalanku sendiri. Sedang ia pun belum mengizinkanku untuk sekedar mengetuk pintu hatinya.




Ya, mungkin sekarang waktunya
Aku kerahkan segala tenaga dan pikiranku yang masih tersisa untuk kembali tegak berdiri.




Ya , mungkin sekarang waktunya
Menyaksikan perpisahan antara aku dan "dia".





Aku telah menguras waktuku hanya untuk seseorang yang aku pun tak tahu apakah ia punya meskipun sekadar setetes rasa itu untukku..




Aku telah begitu larut dalam dirinya, yang membuatku lupa bahwa hidup ini masih panjang dan indah dibanding stuck dititik dimana kamupun tidak tahu penyelesaiannya.




Aku telah tenggelam dalam bayangannya, yang membuatku lupa bahwa diluar sana banyak yang menungguku, seseorang yang lebih baik darinya.




Aku tak bisa berjalan lagi menuju ujung jalan tak pasti itu, aku hanya bisa berhenti disini dan tak tahu sampai kapan dan entah siapa yang akan menggandeng tanganku lagi untuk menuju ujung jalan yang lain.








Ya. Maaf ini salahku.






Dan satu yang ingin aku ingat juga.
Ketika ia mulai melirikku,
 Aku bersumpah tidak akan meliriknya kembali.
 Kenapa?
 Perasaanku telah terkuras habis jauh sebelum ia melirikku.
 Aku dan semua itu telah mati.

Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.