Skip to main content

Malam



Angin halus samar menghampiri
Hiruk pikuk suara tenggelam perlahan, seperti sepi yang kurasa
dingin mulai mengrogoti tubuh,
Kembali kuingat,  apalagi kalau bukan kenagan itu
Lagi, lagi dan lagi
Kenangan bersama yang ingin kulupa
Sungguh aku sudah lupa bila saja malam itu tak datang lagi
Sungguh, bukan kenangan pahit yang Sulit kulupa tapi kenangan-kenangan yang saat kuingat membuatku terkaadang lupa rasa benci itu
Ya kenangan indah
kenangan yang memunculkan tanya yang tak sedikit,
mungkin semua Yang pernah kita lewati itu tidak berarti

Comments

My Popular Post !

Dulu, ada.

Awan gelap Menyelimuti indahnya mentari Butiran air dari langit mulai berjatuhan Deras, makin deras... Dingin perlahan menerobos tulang Khayalan mulai menerawang jauh Dulu, Ada sebuah hati yang kuat Hati yang tetap lelap oleh pekatnya malam Hati yang  tegar oleh Jalan-jalan yang sunyi Hati yang tidak goyah dari sekedar kesepian Hati yang tidak peduli oleh cuitan ratusan manusia. Ya, kembali teringat dulu, ada.